Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB) di Masyarakat melalui Penguatan Kemampuan Kader Surabaya Hebat
Main Article Content
Abstract
Pendidikan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (KB) di masyarakat melalui kader kesehatan di Surabaya masih perlu ditingkatkan, terutama dalam meningkatkan jumlah peserta KB baru, membimbing peserta KB aktif, serta pemahaman tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan isu kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui program “Penguatan Kader Surabaya Hebat”. Sebanyak 34 Kader Surabaya Hebat (KSH) berpartisipasi dalam pelatihan yang berfokus pada pemahaman metode kontrasepsi dan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana sebelum pelatihan terdapat 15 KSH (44,1%) dengan pengetahuan rendah, namun setelah pelatihan menurun menjadi 3 KSH (8,8%), sebaliknya, kategori pengetahuan tinggi meningkat secara signifikan. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan KSH, tetapi juga diharapkan berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan penggunaan kontrasepsi yang tepat. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan lapangan, program ini memberdayakan kader agar lebih aktif dalam edukasi masyarakat serta mendorong partisipasi dalam program KB. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian tujuan program KB dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kedung Sroko RW II Kelurahan Pacarkembang, Surabaya. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi KSH untuk menghadapi tantangan kesehatan reproduksi, serta menjadi dasar pengembangan program serupa di masa mendatang guna meningkatkan kesehatan reproduksi di Indonesia secara berkelanjutan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Azwar, S. (2015). Pengantar Pendidikan Kesehatan. Jakarta: Sastra Hudayana.
Badan Pusat Statistik. Proyeksi pertumbuhan penduduk menurut provinsi, 2010-2035. 2009.
Bernadus JD, Madianung A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) bagi akseptor KB di Puskesmas Jailolo. Jurnal e-NERS (eNS). 2013: 1-10.
BKKBN, (2020), Covid-19 Bukan Penghalang BKKBN Mencapai Target Program Banggakencana, Siaran Pers No. RILIS/47/B4/BKKBN/IV/2020, https://www.bkkbn.go.id
BKKBN. Kamus istilah kependudukan dan keluarga berencana nasional. Jakarta: Direktorat Teknologi Informasi dan Dokumentasi; 2011.
BPS, (2019), Jumlah Pasangan Usia Subur Dan Peserta Kb Aktif Di Provinsi Jawatimur Menurut Kabupaten Kota Tahun 2018, html,https://jatim.bps.go.id/statictable/2019/10/09/1683/
Cunningham FG. Obstetri Williams (terjemahan). Jakarta: EGC; 2006. 6. Saifuddin AB. Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo; 2006.
Hartanto H. Keluarga berencana dan kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 2003
Kader Posyandu, Http://Www.Indonesian-Publichealth.Com/Kader-Posyandu-2/
Notoaatmodjo, S. (2012). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: RinekaCipta.
Peraturan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Indonesia 1 Tahun 2023 Kebutuhan Alat Dan Obat Kontrasepsi Bagi Pasangan Subur Dalam Pelayanan Keluarga Berencana, 2023
Sari, M. (2022). Pengabdian Masyarakat: Pelatihan KIE KB Pada Kader Posyandu – Fakultas Kedokteran ULM. Https://Fk.Ulm.Ac.Id/Berita/Pengabdian-Masyarakat-Pelatihan-Kie-Kb-Pada-Kader-Posyandu/
Wali Kota Eri Cahyadi Jadikan Kader ‘Buser Surabaya Hebat, Https://Bangga.Surabaya.Go.Id/2022/02/27/Wali-Kota-Eri-Cahyadi-Jadikan-Kader-Buser-Surabaya-Hebat/