Komunikasi Informasi Edukasi Pencegahan Stunting pada Orang Tua di Ruang Maranatha 1 Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus

Main Article Content

Sri Hartini (*) hartinisumarto78@gmail.com
Biyanti Dwi Winarsih
Noor Faidah
Heriyanti Wedyaningsih
Wahyu Yusianto
Fajar Hendrawan

(*) Corresponding Author

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi Anak Balita (bayi di bawah lima tahun) yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Balita yang pendek (stunted) dan sangat pendek (severely stunted) merupakan balita yang memiliki panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study). Data yang diperoleh oleh World Health Organization (WHO), Indonesia menjadi negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR). Indonesia pada tahun 2005-2017 memperoleh rata-rata prevalensi balita stunting adalah 36,4%.Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) yang diperoleh tahun 2021, prevalensi stunting hingga saat ini berada pada posisi angka 24,4 % atau 5,33 juta balita. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8% (Kemenkes, 2023). Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua khususnya di daerah Kudus yang anaknya dirawat di Rumasakit Mardirahayu tentang pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan tanya jawab.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Hartini, S., Winarsih, B. D., Faidah, N., Wedyaningsih, H., Yusianto, W., & Hendrawan, F. (2025). Komunikasi Informasi Edukasi Pencegahan Stunting pada Orang Tua di Ruang Maranatha 1 Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Kesehatan, 2(1), 1–7. https://doi.org/10.70109/jupenkes.v2i1.19
Section
Articles

References

Adriani, P., Aisyah, I. S., Wirawan, S., Hasanah, L. N., Idris, Nursiah, A., … Siswati, T. (2022). Stunting pada Anak. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.

Hastuty, M. (2020). Hubungan Anemia Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di UPTD Puskesmas Kampar Tahun 2018. Jurnal Doppler, 4(2), 112–116.

Kemenkes RI. (2016). Situasi Balita Pendek. In Pusdatin Kemenkes RI (pp. 1–10).

Kemenkes RI. (2018). RISKESDAS. Kementrian Kesehatan RI.

Kemenkes RI (2023). Cegah Stunting dengan ABCDE https://ayosehat.kemkes.go.id/cegah-stunting-dengan-abcde.Kementrian Kesehatan RI.

Mustakim, M. R. D., Irwanto, Irawan, R., Irmawati, M., & Setyoboedi, B. (2022). Impact of Stunting on Development of Children between 1-3 Years of Age. Ethiopian journal of health sciences, 32(3), 569–578. https://doi.org/10.4314/ejhs.v32i3.13.

Yadika, A. D. N., Berawi, K. N., & Nasution, S. H. (2019). Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar. Jurnal Majority, 8(2), 273–282.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.