Remaja Cegah TBC Sejak Dini dan Gerakan Sekolah Sehat di SMA Unggulan Zaha
Main Article Content
Abstract
Tuberkulosis (TBC) paru masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo yang menunjukkan peningkatan kasus signifikan dalam tiga tahun terakhir, yaitu dari 1.193 kasus (2021) menjadi 2.493 kasus (2023). Kelompok remaja dan pelajar menjadi populasi rentan karena mobilitas tinggi, kurangnya kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pengetahuan yang terbatas tentang tanda, gejala, dan tatalaksana TBC. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pencegahan TBC serta mendorong penerapan PHBS di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (koordinasi mitra, identifikasi sasaran, pembuatan leaflet dan instrumen), tahap pelaksanaan (penyuluhan interaktif, diskusi, pembagian leaflet, serta pengisian pre-test dan post-test), dan tahap evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025 di SMA Unggulan BPPT Zaha, Pajarakan, Probolinggo, dengan peserta 14 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan sebelum edukasi (pre-test), tingkat pengetahuan siswa beragam dengan nilai rata-rata 66,43%; sebanyak 4 siswa (28,6%) berkategori sangat baik, 5 siswa (37,5%) baik, 3 siswa (21,4%) cukup baik, dan 2 siswa (14,3%) kurang baik. Setelah edukasi (post-test), terjadi peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai menjadi 92,29% (peningkatan 32,86%). Seluruh siswa (100%) mencapai kategori sangat baik (nilai ≥80). Siswa mampu memahami penyebab TBC (Mycobacterium tuberculosis), cara penularan melalui droplet, gejala batuk berkepanjangan, serta pentingnya pengobatan tuntas selama 6 bulan dan penerapan etika batuk. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pencegahan TBC sejak dini serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup bersih dan sehat. Luaran kegiatan berupa publikasi ilmiah.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Bastian, F., Atika, R. A., Nora, S., Lidiawati, M., Fadhil, I., Safirza, S., Elmiyati, & Ade Kiki Riezky. (2025). Peningkatan Kesadaran Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis Paru Melalui Edukasi Kesehatan. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(3), 1364–1370. https://doi.org/10.61579/future.v3i3.582
Dwi, S., Santoso, R. P., Agustine, U., Belarminus, P., & Paju, W. (2023). Optimalisasi Peran Remaja Melalui Program Remaja Peduli Kesehatan Sebagai Strategi Preventif Bebas TBC. AMJPM, 3(1), 8–16. http://journal.ahmareduc.or.id/index.php/
Global Tuberculosis reporT 2022. (2022). http://apps.who.int/bookorders.
I Gede Putu Arnawa, & Ni Made Susilawati. (2024). Pemberdayaan Siswa Dalam Peningkatan Pengetahuan PHBS Dengan Tuberkulosis Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Tahun 2023. MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat, 1(6), 124–130. https://doi.org/10.61132/mengabdi.v1i6.339
Jurnal, J. :, Jompa, K., Risiko, F., Paru, T., Remaja Di Indonesia, P., Literatur Wahyudi, S., Sembiring, A. B., Zahra Salsabilla, A., Azizah, N., Tengku, H., Dawamah, N., Cantika, S. P., & Masyarakat, F. K. (n.d.). Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (Vol. 4, Issue 1). https://jurnal.jomparnd.com/index.ph