Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Lonto Leok bagi Keluarga di Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur

Main Article Content

Odilia Esem (*) odiliaesem28@gmail.com
Dina M.S Henukh
Theresia Mindarsih
Yeri D. Nenogasu

(*) Corresponding Author

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rendahnya literasi kesehatan keluarga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan stunting melalui pendekatan kearifan lokal Lonto Leok di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan berbasis budaya Lonto Leok yang melibatkan keluarga, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan edukasi, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 100 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 62,4 sebelum intervensi menjadi 84,7 setelah intervensi. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam kegiatan berlangsung aktif dan terbentuk komitmen bersama untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Pendekatan berbasis kearifan lokal Lonto Leok terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga dan dapat dijadikan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Esem, O., Henukh, D. M., Mindarsih, T., & Nenogasu, Y. D. (2026). Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Lonto Leok bagi Keluarga di Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Kesehatan, 3(2), 154–164. https://doi.org/10.70109/jupenkes.v3i2.122
Section
Articles

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai Timur. Jumlah dan persentase balita stunting (jiwa) [Internet]. Manggarai Timur: BPS; 2023–2024.https://manggaraitimurkab.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjcyIzI=/jumlah-dan-persentase-balita-stunting.html

Bustam F, Mahur A. (2019). Konseptualisasi masyarakat Manggarai tentang budaya Lonto Leok sebagai piranti hukum adat responsif-sosiologik dalam rangka penyelesaian konflik pertanahan dan pemertahanan harmoni sosial. J Lazuardi. 2019;2(2):276–92.https://doi.org/10.53441/jl.Vol2.Iss2.11

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Odilia E, Dina MS Henukh. (2026). Efektivitas budaya lonto leok sebagai strategi penguatan literasi pencegahan stunting pada keluarga. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2026;15(3):281-289. https://doi.org/10.33221/jikm.v15i03.4141

Sili AM, et al. Menyelami filosofi Lonto Leok: persatuan dan konsensus dalam budaya Manggarai. In: Proceedings of the National Conference on Indonesian Philosophy and Theology “Filsafat Kontekstual Indonesia”; 2024; Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. https://doi.org/10.24071/snf.v2i2.8514

Tapung MM, Gaut KG. (2021). Model Lonto Lèok dalam pembelajaran tentang Mbaru Gendang pada muatan lokal seni budaya daerah Manggarai (riset desain pembelajaran muatan lokal). J Humanit Appl Educ. 2021;1(1):20–42. https://jurnal.unikastpaulus.ac.id/index.php/je

United Nations Children's Fund (UNICEF). (2023). Selain stunting, wasting juga salah satu bentuk masalah gizi anak yang perlu diwaspadai. UNICEF Indonesia Tahun 2023.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 

You may also start an advanced similarity search for this article.