Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Upaya Menekan Resistensi Bakteri Ditilik dari Kajian Pemeriksaan Molekuler di Desa Ngombakan Polokarto Kabupaten Sukoharjo
Main Article Content
Abstract
Minyak jelantah merupakan minyak goreng yang telah digunakan berulang kali dan dapat menghasilkan senyawa peroksida, radikal bebas, serta senyawa toksik akibat pemanasan. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan juga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah mengolah minyak jelantah menjadi sabun melalui reaksi saponifikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Ngombakan, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, dengan tema pemanfaatan minyak jelantah sebagai sabun cuci tangan antiseptik berbahan ekstrak serai untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pencegahan resistensi bakteri. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai pengolahan minyak jelantah, manfaat ekstrak serai sebagai antibakteri, serta edukasi pemeriksaan laboratorium dan deteksi molekuler. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta. Sebanyak 29 kader PKK mengikuti kegiatan dari target 40 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan 95% peserta mengalami peningkatan nilai, dengan rata-rata pretest sebesar 80,34 meningkat menjadi 89,66 pada posttest, atau meningkat 9,31 poin. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest (p < 0,05), sehingga penyuluhan dinilai efektif meningkatkan pengetahuan peserta. Antusiasme peserta juga terlihat dari diskusi aktif mengenai tahapan pembuatan sabun, fungsi bahan, penggunaan APD, dan pengukuran pH. Peserta memperoleh video tutorial serta contoh produk sabun sebagai tindak lanjut kegiatan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abraham, S. V. P. I., Arumugam, V. R., Mary, N. I., Dharmadhas, J. S., Sundararaj, R., Devanesan, A. A., Rajamanickam, R., Veerapandian, R., John Paul John Bosco, & Danaraj, J. (2024). Ocimum sanctum as a source of quorum sensing inhibitors to combat antibiotic resistance of human and aquaculture pathogens. Life (Basel), 14(7), 785. https://doi.org/10.3390/life14070785
Arya, R., Faruquee, H. M., Shakya, H., Rahman, S. A., Begum, M. M., Biswas, S. K., Apu, M. A. I., Islam, M. A., Sheikh, M. M. I., & Kim, J.-J. (2024). Harnessing the antibacterial, anti-diabetic and anti-carcinogenic properties of Ocimum sanctum Linn (Tulsi). Plants, 13(24), 3516. https://doi.org/10.3390/plants13243516
Atmanto, D., & Hidayah, N. (2022). Penggunaan Media Video Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Alami untuk Meningkatkan Wawasan Kesehatan Lingkungan Masyarakat Kelurahan Jakasampurna. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia 5(2), 380–389.
Mulyadi, E., Tanudjaja, B., & Ramadhan, A. (2018). Pemanfaatan Media Video Sebagai Sarana Edukasi Kesehatan Lingkungan Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 4(3), 201–209.
Perwitasari, M., Anindita, R., Beandrade, M. U., Nathalia, D. D., Hasmar, W. N., & Kurnia Putri, I. (2023). Anti-bacterial activity of etanolic extract and essential oil of basil (Ocimum sanctum) on growth of Staphylococcus aureus, Salmonella typhi and Escherichia coli. Jurnal Ilmu Dasar, 24(2), 143-150.
Putri, S. A., Rahmawati, I. D., Fadhilah, N., Ramadhani, T. F., & Suryadi, A. (2024). Phenolic compounds from Ocimum basilicum revealed as antibacterial agents against oral pathogens: experimental and computational evidence. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, Article ID 3696250. https://doi.org/10.1155/2024/3696250