Edukasi Kesehatan Pencegahan Penyakit Malaria di Wilayah Kerja Puskemas Harapan Kabupaten Jayapura
Main Article Content
Abstract
Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah endemis seperti Papua, dengan tren kasus yang terus meningkat setiap tahun. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penularan, gejala, dan cara pencegahan malaria menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian malaria, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Harapan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kampung Nolokna, wilayah kerja Puskesmas Harapan, mengenai pencegahan penyakit malaria. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari melalui metode ceramah interaktif dan tanya jawab, dengan sasaran 34 orang (14 laki-laki dan 20 perempuan). Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, kemudian hasilnya dibandingkan untuk menilai perubahan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna: proporsi responden berpengetahuan kurang menurun dari 47,1% menjadi 8,8%, kategori cukup meningkat dari 44,1% menjadi 55,9%, dan kategori baik meningkat dari 8,8% menjadi 35,3%. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan keaktifan bertanya selama kegiatan berlangsung. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan malaria. Kegiatan edukasi seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dan disertai evaluasi berkala agar pengetahuan yang telah diperoleh dapat dipertahankan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna mendukung upaya penurunan angka kejadian malaria di wilayah endemis.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Awaluddin, A., Wuriningsih, A. Y., & Wahyuni, S. (2025). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kekambuhan pada Pasien Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Kabupaten Jayapura. Jurnal Siti Rufaidah, 3(3), 231–248.
Baharuddin, B., & Kongkoli, E. Y. (2023). Pemberian Edukasi dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Bhakti Persada, 9(1), 10–15.
Bangun, P. M. E., Pratama, S., Zarfi, A., Pamungkas, B., Lahuwang, C. D., Manaf, M. D. A., Zahra, M., Nabila, N., Prama, N., & Aupe, P. S. (2026). Peran Kedokteran Komunitas dalam Pengendalian Malaria di Daerah Endemis Indonesia Timur: Literature Review. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 6263–6280.
Charestiansa, M., Ludiana, L., & Fitri, N. L. (2026). IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA BOOKLET TENTANG TB PARU TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN TB PARU. Jurnal Cendikia Muda, 6(4), 565–574.
Dosinaeng, A. S. W., & Sari, E. P. (2026). Efektivitas Edukasi Kesehatan dan Pengendalian Malaria Berbasis Lingkungan di Kampung Ansudu 1 Sarmi. I-Com: Indonesian Community Journal, 6(2), 490–501.
Fransisca, L., Burdam, F. H., Kenangalem, E., Rahmalia, A., Ubra, R. R., van den Boogaard, C. H. A., Ley, B., Douglas, N. M., Poespoprodjo, J. R., & Price, R. N. (2025). Enhanced data quality to improve malaria surveillance in Papua, Indonesia. Malaria Journal, 24(1), 177.
Huda, M., Marhamah, M., & Yuniza, F. (2022). Edukasi Masyarakat dan Pelatihan Kader dalam Pencegahan Serta Pemeriksaan Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Maja Kabupaten Pesawaran. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 5(9), 2829–2842.
Sifaudma Sarina Astutik, S. (2025). HUBUNGAN INFEKSI MALARIA TROPIKA DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SARMI PAPUA TAHUN 2024. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Yawan, S. F. (2006). Analisis faktor risiko kejadian malaria di wilayah kerja puskesmas bosnik kecamatan biak timur kabupaten biak–numfor papua. program Pascasarjana Universitas Diponegoro.