Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Lonto Leok bagi Keluarga di Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur
Main Article Content
Abstract
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rendahnya literasi kesehatan keluarga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan stunting melalui pendekatan kearifan lokal Lonto Leok di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan berbasis budaya Lonto Leok yang melibatkan keluarga, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan edukasi, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 100 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 62,4 sebelum intervensi menjadi 84,7 setelah intervensi. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam kegiatan berlangsung aktif dan terbentuk komitmen bersama untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Pendekatan berbasis kearifan lokal Lonto Leok terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga dan dapat dijadikan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai Timur. Jumlah dan persentase balita stunting (jiwa) [Internet]. Manggarai Timur: BPS; 2023–2024.https://manggaraitimurkab.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjcyIzI=/jumlah-dan-persentase-balita-stunting.html
Bustam F, Mahur A. (2019). Konseptualisasi masyarakat Manggarai tentang budaya Lonto Leok sebagai piranti hukum adat responsif-sosiologik dalam rangka penyelesaian konflik pertanahan dan pemertahanan harmoni sosial. J Lazuardi. 2019;2(2):276–92.https://doi.org/10.53441/jl.Vol2.Iss2.11
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Odilia E, Dina MS Henukh. (2026). Efektivitas budaya lonto leok sebagai strategi penguatan literasi pencegahan stunting pada keluarga. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2026;15(3):281-289. https://doi.org/10.33221/jikm.v15i03.4141
Sili AM, et al. Menyelami filosofi Lonto Leok: persatuan dan konsensus dalam budaya Manggarai. In: Proceedings of the National Conference on Indonesian Philosophy and Theology “Filsafat Kontekstual Indonesia”; 2024; Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. https://doi.org/10.24071/snf.v2i2.8514
Tapung MM, Gaut KG. (2021). Model Lonto Lèok dalam pembelajaran tentang Mbaru Gendang pada muatan lokal seni budaya daerah Manggarai (riset desain pembelajaran muatan lokal). J Humanit Appl Educ. 2021;1(1):20–42. https://jurnal.unikastpaulus.ac.id/index.php/je
United Nations Children's Fund (UNICEF). (2023). Selain stunting, wasting juga salah satu bentuk masalah gizi anak yang perlu diwaspadai. UNICEF Indonesia Tahun 2023.